, ,

Gubernur Yulius Selvanus Sandang Gelar “Pemimpin Pro-Kritik” di Sulut

by -1174 Views

Gubernur Sulawesi Utara Terbuka Dikritik: Vitamin bagi Pemerintahan yang Sehat

News Bolaang Uki– Dalam dunia politik dan pemerintahan yang sering kali ditutupi oleh benteng pertahanan ego dan kekuasaan, sikap seorang pemimpin yang membuka diri terhadap kritik layaknya oase di tengah gurun. Baru-baru ini, melalui pernyataan resmi Juru Bicara Gubernur Sulawesi Utara, Denny Mangala, Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan yang transparan dan terbuka terhadap masukan, termasuk kritik pedas sekalipun.

“Bapak Gubernur sangat terbuka menerima kritik. Bahkan beliau menilai kritik adalah vitamin bagi penyelenggaraan pemerintahan,” tegas Mangala. Pernyataan ini bukan sekadar retorika politik, melainkan fondasi dari kepemimpinan Gubernur Yulius yang menjunjung tinggi tata kelola pemerintahan yang sehat dan demokratis.

Kritik sebagai Vitamin, Bukan Racun

Metafora “kritik sebagai vitamin” yang diungkapkan oleh Gubernur Yulius sangatlah powerful. Vitamin, dalam ilmu kesehatan, adalah zat yang essential untuk pertumbuhan, perkembangan, dan menjaga fungsi normal tubuh.

Pandangan ini merupakan antitesis dari budaya anti-kritik yang masih mengakar di banyak wilayah. Banyak pemimpin yang menganggap kritik sebagai ancaman, racun yang melemahkan wibawa, atau bahkan bentuk pembangkangan. Gubernur Yulius justru membalik narasi tersebut: kritik adalah nutrisi yang menyuburkan demokrasi dan memperkuat legitimasi pemerintahan.

Kinerja Dikritik Netizen, Gubernur Yulius Selvanus Terbuka – Media Manado

Baca Juga: Polda Sulut Perkukuh Opsi Hukum,7 Tersangka Baru Kasus KM Barcelona V Ditetapkan

Membangun Nyiur Melambai dengan Dialog Publik

Pernyataan juru bicara ini juga merupakan sinyal kuat kepada seluruh elemen masyarakat Sulawesi Utara mulai dari akademisi, aktivis, jurnalis, hingga masyarakat biasa—bahwa suara mereka didengarkan. Ini adalah undangan untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan “bumi nyiur melambai”.

Ketika masyarakat merasa bahwa masukan mereka diperhatikan dan dikaji serius, rasa kepemilikan mereka terhadap kebijakan publik akan meningkat.

Komitmen Gubernur Yulius Selvanus untuk membuka diri terhadap kritik patut diapresiasi. Dalam konteks demokrasi Indonesia yang masih terus belajar, pemimpin seperti ini adalah asset berharga.

Pernyataan ini bukan tentang seorang gubernur yang “lemah” atau “tidak berwibawa”, tetapi justru mencerminkan kekuatan dan kepercayaan diri seorang pemimpin yang matang. Seperti pepatah lama, “padi yang berisi akan semakin merunduk”. Gubernur Yulius menunjukkan bahwa merunduk untuk mendengarkan rakyatnya adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.