News Bolaang Uki – Hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak erupsi Gunung Ruang resmi diserahterimakan kepada masyarakat. Program relokasi ini digadang-gadang akan menjadi percontohan nasional dalam penanganan pascabencana, khususnya untuk wilayah rawan erupsi gunung api.
Serah terima Huntap dilakukan setelah seluruh proses pembangunan dinyatakan rampung dan layak huni. Warga yang sebelumnya mengungsi kini dapat menempati rumah baru dengan fasilitas dasar yang lebih aman dan memadai.
Relokasi Aman dan Berkelanjutan
Huntap dibangun di lokasi yang dinilai aman dari ancaman bencana, dengan memperhatikan aspek tata ruang, mitigasi risiko, serta keberlanjutan lingkungan. Pemerintah menegaskan bahwa relokasi ini tidak hanya memindahkan tempat tinggal warga, tetapi juga membangun kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Setiap unit Huntap dilengkapi dengan akses air bersih, listrik, sanitasi layak, serta fasilitas pendukung lingkungan seperti jalan dan ruang terbuka.
Kolaborasi Lintas Kementerian dan Daerah
Program pembangunan Huntap korban erupsi Gunung Ruang melibatkan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta lembaga teknis kebencanaan. Sinergi ini dinilai menjadi kunci keberhasilan percepatan pembangunan hunian pascabencana.
Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat yang responsif dalam memastikan hak dasar warga terdampak terpenuhi, khususnya kebutuhan tempat tinggal yang aman dan layak.

Jadi Percontohan Nasional Penanganan Pascabencana
Pemerintah menyebut, konsep dan pelaksanaan Huntap relokasi Gunung Ruang akan dijadikan model nasional penanganan relokasi korban bencana. Mulai dari perencanaan, partisipasi masyarakat, hingga kualitas bangunan, dinilai memenuhi standar penanganan pascabencana modern.
Model ini diharapkan dapat direplikasi di daerah lain yang mengalami bencana serupa, sehingga penanganan korban tidak berlarut-larut dan lebih berorientasi pada pemulihan jangka panjang.
Harapan Warga dan Pemerintah
Warga penerima Huntap menyambut baik penyerahan hunian baru tersebut. Mereka berharap dapat segera memulai kembali aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial secara normal di lingkungan yang lebih aman.
Pemerintah berharap, dengan diserahterimakannya Huntap ini, masyarakat dapat hidup lebih tenang tanpa dihantui ancaman bencana, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran mitigasi risiko bencana ke depan.
Dengan pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan, Huntap relokasi korban erupsi Gunung Ruang diharapkan menjadi bukti nyata komitmen negara dalam melindungi dan memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana.








